Kamis, 29 Mei 2008

Sikap SBY Terhadap Industri Rokok

Pada waktu browsing internet, saya tak sengaja kecemplung ke portal Presiden RI. Padahal saya pada waktu itu hanya mengetik kata "industri rokok di Indonesia". Lalu apa hubungannya? Ternyata Presiden kita pernah meresmikan sebuah pabrik rokok di Pacitan, tanah kelahiran SBY. Dari pidato yang di sampaikan, SBY terlihat bahwa SBY bersikap mendua. Satu sisi mbelain pabrik rokok, tapi di sisi lain mendukung juga gerakan anti-rokok. Yok opo rek...? Nduwe Presiden kok ora jelas sikape....


Kamis, 13 April 2006, 13:00:46 WIB

Di Pacitan
Presiden Kunjungi Pabrik Rokok MPS


Presiden SBY bersama Ibu Ani mengunjungi pabrik rokok PT Putra Pacitan Indonesia Sejahtera di Pacitan, Kamis (13/4). (foto: abror/presidensby.info)

Pacitan: Kamis (13/4) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi parbik rokok PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera, yang menjadi MPS (mitra produksi sigaret ). Pabrik ini adalah satu diantara 31 MPS yang bermitra dengan perusahaan rokok raksasa milik PT Sampoerna, dengan jumlah karyawan sebanyak 2.291 karyawan, 98 persen diantaranya adalah perempuan. Pabrik rokok kretek milik PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera ini berdiri di atas lahan seluas 14.514 m2, terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim.

“Tujuan kunjungan saya ke tempat ini adalah untuk melihat dari dekat suatu cabang usaha baru yang didirikan untuk meciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan perekonomian lokal dan membangkitkan perkebunan,” kata Presiden mengawali sambutannya.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa tantangan terberat bagi pemerintah dan bangsa Indonesia sekarang ini terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan, yaitu mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Apa yang dilakukan Sampoerna bekerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal ini harus diletakkan sebagai bagian upaya besar bangsa ini, yaitu menghidupkan dunia usaha, menggalakkan perkebunan dan meningkatkan ekonomi, “ tambahnya.

Dalam kesempatan itu diserahkan juga 2000 bibit cengkeh siap tanam kepada petani oleh Bupati Pacitan H.Sujono dan pimpinan PT Sampoerna Angky Camaro. Pemberian bibit cengkeh itu dimaksudkan agar para petani bisa membuka perkebunan cengkeh di Pacitan, dan kelak bisa memasok cengkeh kepada PT. Sampoerna.

Kepada pengusaha, Presiden mengingatkan agar menjadikan karyawan sebagai mitra, bukan faktor produksi. Berikan hak-haknya dan kesejahteraannya. Sementara kepada para karyawan Presiden berpesan untuk jadi karyawan yang produktif dan efisien agar perusahaan bisa maju dan perekonomian juga bisa tumbuh.

“Sebagai Presiden, saya ini bapaknya orang banyak, dan bapaknya semua dunia usaha. Kalau nanti saya di Jakarta mendukung kampanye gerakan anti rokok karena banyak orang yang merokok di tempat-tempat terbuka, itu memang harus saya lakukan karena kasihan yang tidak merokok. Tetapi sebagai bapak, saya juga ingin pengangguran berkurang dan ekonomi di daerah tumbuh. Itulah kewajiban seorang bapak. Oleh karena itu, sekali lagi, jalankan profesi ini dengan baik dan mudah-mudahan upaya yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula," kata Presiden

Setelah melakukan peninjauan di sekitar pabrik, Presiden dan rombongan menuju TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di Desa Tamperan untuk meninjau sekaligus berdialog dengan nelayan. Presiden dan Ibu Negara didampingi beberapa menteri, diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi. (nnf)

Tidak ada komentar: